Blue Daisy for Ruri


 
What can I write about her? Too much we had in 4 years, too small vocabulary there is to tell all stories, all sweet memory she left behind. Four years are short, yet it felt like we’d been friends for so long. I don’t have the words to say the least of her quality. Kindhearted, reliable, meticulous, soft and firm at the same time, .. it’s just too many.
 
For me and my NCC friends, Ruri was our biggest inspiration in showing us what it meant to be a strong woman. Never give up, no time to complain, keep up the faith, and laugh merrily in the process! Life goes on, smiling never hurts, no matter how heavy the world on your shoulder.
 
All difficult tasks always went into her hand. Being an admin for almost 5000 members, taking care of all tools and equipments in cake decoration competition with more than 100 participants, managing almost all tasks that required a super detail mind in every NCC event, although at times she could not even be there.
 
When the cancer started to beat her, we gradually lost one of our strongest hands. Seeing her fighting the battle, not once she backed down, has brought mixed emotion: broken hearted, yet inspired.
 
Ruri, I still remember everything. And I miss every single thing.
 
So, here is to you, Ruri. May Allah have mercy and return your good deeds million times bigger. I miss you already.
 
 
**To honor our good friend Ruri, NCC Admin, owner of Kueh Ruri, who died of battling against cancer on August 5, 2008.**
 
 
 
Photo by Dez Pain & Velda Christensen

12 thoughts on “Blue Daisy for Ruri”

  1. hampir setahun yg lalu, saat aku mulai browsing resep-resep dan jadi member NCC. Aku nyangkut di web kuehruri. Itu web masak pertama kali yang aku browse sampe halaman terakhir. Sambil ngopi paste resep-resep menariknya. dan saat itu mataku terbuka …. bahwa banyak perempuan yang sudah menghasilkan karya dari rumahnya sendiri…:D
    dan itu kuliat dari web mba ruri

  2. Turut berduka cita untuk berpulangnya mbak Ruri. Belum sempat bertatap muka dan mengenal mbak Ruri secara personal namun sudah sering berkunjung ke “Rumah Ruri” sejak 3 tahun yang lalu, karena menggemari resep kue-kuenya. Masih ingat senyum manisnya yang lepas di halaman buku resep NCC dan senyum itu yang selalu saya ingat. Selamat jalan mbak Ruri…Tuhan mengerti betul apa yang terbaik untuk mbak Ruri…RIP.

  3. turut berduka cita atas meninggalnya mbak ruri. aku ngga kenal blio kecuali baca2 blognya aja(apalagi blio, definitely gak kenal aku). Tapi resep2 postingan blio sering aku pake, bahkan buat jualan segala. Mudah2an kemurahan blio berbagi ilmu bisa jadi amal jariyah blio ya..

  4. aku inget banget kira2 November 2006 yang lalu aku browsing resep klapertaart di internet trus nemunya di blog Riana, ternyata itu resep dari mba Ruri.. mba Ruri walaupun saya belum pernah kenal secara langsung dengan mu, tapi dengan resep klapertaart darimu aku bisa cari uang tambahan. Bener yang Riana bilang sekali coba klapertaart Ruri orang akan mau lagi mau lagi… Thanks Ruri, semoga engkau mendapat tempat yang damai disisi ALLAH SWT. AMIIN.

  5. Innalillahi wainnalilihai rojiun, baru baca beritanya sekarang krn sdh lama no mail dari NCC. Turut berduka cita, semoga amal ibadahnya diterima disisi Alloh SWT, dan Mbak Ruri meninggal dalam keadaan khusnul khotimah. Jadi ingat klapertartnya waktu HBH NCC I dulu..:)

  6. wow..it’s a gorgeous flower…the colour is so catching my eyes..so unique… I’m sure Mbak Ruri was same like that blue daisy.. her characters and personalities were so beautiful and catching every eyes… I didn’t have any chance to see and know her, but from your story has drew how good she was… I can understand to miss someone like her… be strong … your memories with her will always alive in you…

  7. setiap bikin klappertaart, pasti ingat ruri…sampai sekarang..
    Gimana ngga, dia yang ngasih advise terus2an, bahkan saat sakit. Sempat dia minta dibuatkan awug, sampai udah janjian segala, sayangnya setiap aku bisa datang kerumahnya, setiap itu pula jadwal ruri ke dokter.

  8. Innalilahi wainnailaihi rojiun…semoga Alloh SWT melapangkan kubur mba ruri, menerima amal ibadahnya, mengampuni kesalahannya dan menguatkan serta menjaga anak-anak yang ditinggalkannya amien…

    (aku yang belum mengenal mba ruri secara personal selain mencoba resep klappertaartnya yang enaaak bgt …)

  9. Innalilahi wa innailaihi rojiun…semoga mba ruri mendapat tempat terbaik di sisi Alloh SWT aminnnnnnnnn…mba, boleh tau cerita tentang mba ruri? kanker apa?

    Awalnya menyerang payudara, lalu menyebar ke rahim, lalu ke paru-paru, tulang, terakhir ke batang otak. So fast. ——Riana

  10. Saya kenal NCC sejak buka blog mba Ruri dan nyobain resep Chiffon Ketan Hitam dan klappertart beliau.. dari situ saya mulai cinta baking karena semua resep beliau yang terbaik dari yang pernah saya coba, saya bahkan terinspirasi tuk resign dari kantor dan menekuni dunia kuliner yang memberikan variasi lebih dari pada sekedar FTM (full time mother), thanks Mba Ruri… i can not forget all this even i never know your face until now… Rest in Peace …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s